Ingin hidup selalu sehat, panjang umur, dan kalau bisa tidak pernah diganggu penyakit? Sebenarnya, ini bukanlah hal yang mustahil dilakukan. Bahkan oleh mereka yang sehari-hari memiliki jadwal kesibukan yang tinggi. Yang dibutuhkan hanyalah komitmen untuk menjalankan hal-hal berikut ini secara teratur dan menjadikannya bagian dari hidup kita. Apa sajakah itu? Mari kita lihat:
1. Lebih sering turun-naik tangga
Studi yang dilakukan University of Geneva menemukan, kebiasaan menggunakan tangga dapat menurunkan risiko kematian pada usia muda akibat apa pun, hingga 15 persen. Selain itu, melakukan aktivitas ini secara teratur selama 12 minggu juga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru, serta menurunkan tekanan darah, dan kadar kolesterol.
2. Makan apel lebih banyak
Penelitian terbaru dari University of Hong Kong menemukan bahwa zat antioksidan pada apel, yaitu polifenol, dapat menjaga kesehatan seiring dengan pertambahan usia serta memperpanjang hidup kita. Menurut peneliti, buah apel yang kaya antioksidan ini ampuh dalam melawan radikal bebas, yang selama ini berperan dalam menimbulkan berbagai penyakit. Sementara itu, studi lainnya menemukan bahwa wanita yang rutin makan apel memiliki risiko 13-22 persen lebih rendah terhadap serangan jantung dan stroke.
3. Meditasi 15 menit sehari
Riset yang dimuat pada Jurnal of Neuroscience menunjukkan, mereka yang rajin meditasi selama lima tahun penuh, memiliki usia biologis sekitar 12 tahun lebih muda daripada usia sebenarnya. Studi lain yang dilakukan oleh pakar anti-aging, Dr Vincent Giampapa, menemukan bahwa meditasi teratur dapat menurunkan kadar hormon kortisol hingga 47 persen. Sementara itu, hormon DHEA, yang membantu tubuh agar kebal dari penyakit, juga meningkat hingga 44 persen. Meditasi juga terbukti bisa meningkatkan produksi melatonin, yang selanjutnya akan memperbaiki kualitas tidur dan suasana hati, serta meningkatkan kesuburan dan daya tahan tubuh, hingga 98 persen!
4. Jadi pekerja sukarela
Sebuah studi yang sedang berlangsung di Amerika Serikat mengamati 1.500 orang yang pada tahun 1921 berusia sekitar 10 tahun. Hasil analisis data seputar kehidupan responden yang dilakukan para peneliti dari University of California memperlihatkan, perasaan aman dan tenteram akibat mendapatkan perhatian dari orang sekitar ternyata tidak banyak berpengaruh pada panjangnya usia Anda. Yang lebih signifikan kontribusinya adalah kebiasaan menolong orang lain.
5. Makan sayuran mentah setiap hari
Studi yang dilakukan di Italia menemukan, menyantap satu cangkir sayuran mentah setiap hari bisa menambah dua tahun pada usia kita. Proses memasak dapat menghilangkan kadar antioksidan pada beberapa jenis sayuran, hingga 30 persen. Dengan makan sayuran mentah setiap hari, Anda akan dapat mencapai asupan nutrisi yang lebih sehat.
6. Tidurlah setidaknya enam setengah jam setiap malam
Waktu istirahat kurang dari lima jam tidaklah cukup, sementara lebih dari delapan jam dianggap berlebihan. Itulah hasil riset yang dimuat dalam jurnal Sleep Medicine. Selain itu, studi yang dilakukan di San Diego menemukan bahwa wanita yang tidur kurang dari lima jam sehari atau lebih dari enam setengah jam sehari memiliki usia harapan hidup lebih rendah dibanding yang berada di dalam koridor itu.Sumber : kompas.com
cara cepat untuk kaya=kerja
Selasa, 07 Juni 2011
Senin, 06 Juni 2011
11 Cara Menghindari Radiasi Ponsel
Dilaporkan sebelumnya, panel yang terdiri atas pakar internasional yang dikumpulkan oleh World Health Organization menyebutkan, ponsel mungkin bersifat karsinogenik pada manusia. Hal tersebut terungkap setelah mereka memeriksa lusinan hasil studi mengenai ponsel yang sudah pernah dipublikasikan.
"Sudah waktunya kita mulai menanggapi radiasi ponsel lebih serius," papar Ann Louise Gittleman, PhD, penulis buku bestseller versi harian New York Times, Zapped. "Tentu saja, teknologi tak perlu menghilang, kita hanya perlu mengedukasi dan mengembangkan strategi untuk mengurangi paparan radiasi buatan yang terbukti memiliki pengaruh biologis."
Untuk itu, Gittleman memberikan tips untuk membatasi paparan radiasi ponsel yang berbahaya:
1. Aktifkan speaker. Menggunakan speaker saat berbicara akan mengurangi energi atau tingkat kekuatan radiasi ponsel. Semakin jauh Anda dari antena ponsel, semakin rendah sinyalnya. Kabel headset pada banyak ponsel juga bisa bertindak sebagai antena, sehingga dapat mengirimkan sejumlah radiasi elektromagnetik ke kepala Anda.
2. SMS-an saja. Bila hobi Anda SMS-an, ini saatnya Anda memaksimalkan hobi Anda. Mengirim teks membatasi durasi paparan radiasi, dan menjaga jarak ponsel dari kepala dan tubuh kita. Namun perhatikan juga, pria sebaiknya tidak SMS-an sambil memangku ponsel. Jumlah studi yang menemukan kerusakan vitalitas dan motilitas (sperma yang dapat bergerak sendiri secara spontan) sperma dilaporkan meningkat. Bisa jadi, hal ini pun tak akan baik pengaruhnya pada rahim.
3. Pilih offline mode. Saat ponsel tidak digunakan, biasakan untuk mematikannya. Atau, atur menjadi offline, standalone, atau flight mode, yang akan mematikan transmitter-nya namun masih memungkinkan Anda untuk menggunakan ponsel untuk main game atau mendengarkan musik. Pokoknya, membuka aplikasi lain kecuali menelepon dan browsing internet.
4. Dari kuping kiri ke kuping kanan. Bila ada kondisi yang mengharuskan Anda menelepon, cobalah memindahkan ponsel dari telinga kiri ke telinga kanan berulang kali. Hal ini bisa membatasi paparan pada satu sisi kepala saja, yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko tumor otak dan kanker kelenjar ludah pada telinga yang sering digunakan untuk mendengarkan ponsel.
5. Hindari ruang sempit. Saat berada di lift, kereta, atau mobil, sebaiknya tak usah sering-sering menelepon. Lagipula, menggunakan ponsel saat mengemudi juga akan membahayakan keselamatan Anda maupun pengguna jalan raya lainnya, kan?
6. Perhatikan sinyalnya. Jangan menggunakan ponsel ketika sinyalnya lemah, atau ketika Anda sedang berkendara di dalam mobil yang melaju sangat cepat (kereta api juga termasuk). Hal ini secara otomatis akan memicu kekuatan sinyal hingga maksimum, karena ponsel berusaha terhubung ke antena relay yang baru.
7. Jangan lama-lama. Menelepon sebaiknya tidak usah terlalu lama. Cukup untuk membuat janji dengan klien, atau mengingatkan anak untuk makan, misalnya. Jika Anda ingin ngobrol dengan teman SD yang baru ketemu di Facebook, sebaiknya gunakan telepon rumah. Atau, ketemuan saja di rumah atau di tempat ngopi. Lebih puas, kan? Jangan lupa, risiko tumor otak dimulai pada tingkat paparan kumulatif yang relatif rendah.
8. Kurangi bermain-main dengan smartphone. Perangkat seperti BlackBerry atau iPhone menghasilkan emisi yang lebih tinggi daripada ponsel, karena mereka bergantung pada energi dari baterai untuk melakukan aktivitas e-mail, koneksi internet, dan men-display warna.
9. Jauhkan ponsel ketika belum tersambung. Setelah menekan tombol nomor ponsel teman Anda, jangan langsung mendekatkan ponsel ke telinga. Saat itu, ponsel itu sedang berusaha terkoneksi, dan sedang mengirimkan sinyalnya yang terkuat.
10. Jangan mengantungi ponsel. Dalam suatu penelitian, ditemukan bahwa pria yang membawa ponselnya di dalam saku celana cenderung memiliki jumlah sperma yang 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok pria lain yang tidak menyimpan ponselnya di saku celana. Bagian lain dari tubuh menyerap radiasi pada intensitas yang berbeda, dan jaringan testikular kemungkinan juga lebih mudah diserang.
11. Jangan meletakkan ponsel di tempat tidur. Anda memang membutuhkan alarm pada ponsel untuk membantu Anda bangun pagi. Tetapi, jangan meletakkan ponsel di dekat posisi kepala Anda. Medan elektromagnetik bisa mengurangi produksi melatonin pada tubuh, dan penyapu radikal bebas yang dapat melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan DNA. Seperti Anda tahu, kerusakan DNA dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit lain.Sumber:Kompas.com
"Sudah waktunya kita mulai menanggapi radiasi ponsel lebih serius," papar Ann Louise Gittleman, PhD, penulis buku bestseller versi harian New York Times, Zapped. "Tentu saja, teknologi tak perlu menghilang, kita hanya perlu mengedukasi dan mengembangkan strategi untuk mengurangi paparan radiasi buatan yang terbukti memiliki pengaruh biologis."
Untuk itu, Gittleman memberikan tips untuk membatasi paparan radiasi ponsel yang berbahaya:
1. Aktifkan speaker. Menggunakan speaker saat berbicara akan mengurangi energi atau tingkat kekuatan radiasi ponsel. Semakin jauh Anda dari antena ponsel, semakin rendah sinyalnya. Kabel headset pada banyak ponsel juga bisa bertindak sebagai antena, sehingga dapat mengirimkan sejumlah radiasi elektromagnetik ke kepala Anda.
2. SMS-an saja. Bila hobi Anda SMS-an, ini saatnya Anda memaksimalkan hobi Anda. Mengirim teks membatasi durasi paparan radiasi, dan menjaga jarak ponsel dari kepala dan tubuh kita. Namun perhatikan juga, pria sebaiknya tidak SMS-an sambil memangku ponsel. Jumlah studi yang menemukan kerusakan vitalitas dan motilitas (sperma yang dapat bergerak sendiri secara spontan) sperma dilaporkan meningkat. Bisa jadi, hal ini pun tak akan baik pengaruhnya pada rahim.
3. Pilih offline mode. Saat ponsel tidak digunakan, biasakan untuk mematikannya. Atau, atur menjadi offline, standalone, atau flight mode, yang akan mematikan transmitter-nya namun masih memungkinkan Anda untuk menggunakan ponsel untuk main game atau mendengarkan musik. Pokoknya, membuka aplikasi lain kecuali menelepon dan browsing internet.
4. Dari kuping kiri ke kuping kanan. Bila ada kondisi yang mengharuskan Anda menelepon, cobalah memindahkan ponsel dari telinga kiri ke telinga kanan berulang kali. Hal ini bisa membatasi paparan pada satu sisi kepala saja, yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko tumor otak dan kanker kelenjar ludah pada telinga yang sering digunakan untuk mendengarkan ponsel.
5. Hindari ruang sempit. Saat berada di lift, kereta, atau mobil, sebaiknya tak usah sering-sering menelepon. Lagipula, menggunakan ponsel saat mengemudi juga akan membahayakan keselamatan Anda maupun pengguna jalan raya lainnya, kan?
6. Perhatikan sinyalnya. Jangan menggunakan ponsel ketika sinyalnya lemah, atau ketika Anda sedang berkendara di dalam mobil yang melaju sangat cepat (kereta api juga termasuk). Hal ini secara otomatis akan memicu kekuatan sinyal hingga maksimum, karena ponsel berusaha terhubung ke antena relay yang baru.
7. Jangan lama-lama. Menelepon sebaiknya tidak usah terlalu lama. Cukup untuk membuat janji dengan klien, atau mengingatkan anak untuk makan, misalnya. Jika Anda ingin ngobrol dengan teman SD yang baru ketemu di Facebook, sebaiknya gunakan telepon rumah. Atau, ketemuan saja di rumah atau di tempat ngopi. Lebih puas, kan? Jangan lupa, risiko tumor otak dimulai pada tingkat paparan kumulatif yang relatif rendah.
8. Kurangi bermain-main dengan smartphone. Perangkat seperti BlackBerry atau iPhone menghasilkan emisi yang lebih tinggi daripada ponsel, karena mereka bergantung pada energi dari baterai untuk melakukan aktivitas e-mail, koneksi internet, dan men-display warna.
9. Jauhkan ponsel ketika belum tersambung. Setelah menekan tombol nomor ponsel teman Anda, jangan langsung mendekatkan ponsel ke telinga. Saat itu, ponsel itu sedang berusaha terkoneksi, dan sedang mengirimkan sinyalnya yang terkuat.
10. Jangan mengantungi ponsel. Dalam suatu penelitian, ditemukan bahwa pria yang membawa ponselnya di dalam saku celana cenderung memiliki jumlah sperma yang 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok pria lain yang tidak menyimpan ponselnya di saku celana. Bagian lain dari tubuh menyerap radiasi pada intensitas yang berbeda, dan jaringan testikular kemungkinan juga lebih mudah diserang.
11. Jangan meletakkan ponsel di tempat tidur. Anda memang membutuhkan alarm pada ponsel untuk membantu Anda bangun pagi. Tetapi, jangan meletakkan ponsel di dekat posisi kepala Anda. Medan elektromagnetik bisa mengurangi produksi melatonin pada tubuh, dan penyapu radikal bebas yang dapat melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan DNA. Seperti Anda tahu, kerusakan DNA dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit lain.Sumber:Kompas.com
Rabu, 11 Mei 2011
Tips: Menghentikan NSP atau RBT Semua Operator Indonesia
Kemarin adik ipar datang ke rumah, dia ngadu pulsa selalu abis dipotong sama RBT yang gak jelas. Dari ceritanya, dia sapat sms dari sebuah nomer premium dengan menawarkan iming-iming gratis RBT dengan menghubungi nomer bintang sekian sekian sekian bintang pagar. Alhasil setelah itu doi selalu ngeluh pulsa kepotong buat bayar RBT yang dia sendiri gak menginginkannya.
Setelah nyari-nyari informasi dari paman google, akhirnya berhasil juga menghentikan RBT yang bikin muak itu
Berikut ini adalah cara menghentikan Nada Sambung atau NSP atau Ringback Tone atau RBT dan sejenisnya untuk seluruh operator selular di Indonesia.
XL Axiata
Ketik UNSUB kirim ke 1818
Telkomsel (Simpati, Kartu As, Halo) dan Telkom Flexi
Ketik RING [spasi] OFF kirim ke 1212
Indosat (IM3, Mentari, Matrix, Starone)
Ketik STOP atau UNREG kirim ke 808
Axis
Ketik OFF kirim ke 333
3 (Three / Tri)
Ketik RBT [spasi] UNREG kirim ke 1212
Esia
Ketik RING [spasi] UNSUB kirim ke 8888
Smart Telecom
Ketik DEL [spasi] Kode lagu kirim ke 2525
Mobile-8
Ketik RINGGO [spasi] HAPUS kirim ke 2525
sumber dari beritahp.com
Setelah nyari-nyari informasi dari paman google, akhirnya berhasil juga menghentikan RBT yang bikin muak itu
Berikut ini adalah cara menghentikan Nada Sambung atau NSP atau Ringback Tone atau RBT dan sejenisnya untuk seluruh operator selular di Indonesia.
XL Axiata
Ketik UNSUB kirim ke 1818
Telkomsel (Simpati, Kartu As, Halo) dan Telkom Flexi
Ketik RING [spasi] OFF kirim ke 1212
Indosat (IM3, Mentari, Matrix, Starone)
Ketik STOP atau UNREG kirim ke 808
Axis
Ketik OFF kirim ke 333
3 (Three / Tri)
Ketik RBT [spasi] UNREG kirim ke 1212
Esia
Ketik RING [spasi] UNSUB kirim ke 8888
Smart Telecom
Ketik DEL [spasi] Kode lagu kirim ke 2525
Mobile-8
Ketik RINGGO [spasi] HAPUS kirim ke 2525
sumber dari beritahp.com
Selasa, 12 Mei 2009
Computer
This article is about the machine. For other uses, see Computer (disambiguation).
"Computer technology" redirects here. For the company, see Computer Technology Limited.
The NASA Columbia Supercomputer.A computer is a machine that manipulates data according to a set of instructions.
Although mechanical examples of computers have existed through much of recorded human history, the first resembling a modern computer were developed in the mid-20th century (1940–1945). The first electronic computers were the size of a large room, consuming as much power as several hundred modern personal computers (PC).[1] Modern computers based on tiny integrated circuits are millions to billions of times more capable than the early machines, and occupy a fraction of the space.[2] Simple computers are small enough to fit into a wristwatch, and can be powered by a watch battery. Personal computers in their various forms are icons of the Information Age, what most people think of as a "computer", but the embedded computers found in devices ranging from fighter aircraft to industrial robots, digital cameras, and toys are the most numerous.
The ability to store and execute lists of instructions called programs makes computers extremely versatile, distinguishing them from calculators. The Church–Turing thesis is a mathematical statement of this versatility: any computer with a certain minimum capability is, in principle, capable of performing the same tasks that any other computer can perform. Therefore computers ranging from a personal digital assistant to a supercomputer are all able to perform the same computational tasks, given enough time and storage capacity.
"Computer technology" redirects here. For the company, see Computer Technology Limited.
The NASA Columbia Supercomputer.A computer is a machine that manipulates data according to a set of instructions.
Although mechanical examples of computers have existed through much of recorded human history, the first resembling a modern computer were developed in the mid-20th century (1940–1945). The first electronic computers were the size of a large room, consuming as much power as several hundred modern personal computers (PC).[1] Modern computers based on tiny integrated circuits are millions to billions of times more capable than the early machines, and occupy a fraction of the space.[2] Simple computers are small enough to fit into a wristwatch, and can be powered by a watch battery. Personal computers in their various forms are icons of the Information Age, what most people think of as a "computer", but the embedded computers found in devices ranging from fighter aircraft to industrial robots, digital cameras, and toys are the most numerous.
The ability to store and execute lists of instructions called programs makes computers extremely versatile, distinguishing them from calculators. The Church–Turing thesis is a mathematical statement of this versatility: any computer with a certain minimum capability is, in principle, capable of performing the same tasks that any other computer can perform. Therefore computers ranging from a personal digital assistant to a supercomputer are all able to perform the same computational tasks, given enough time and storage capacity.
Minggu, 05 April 2009
CSS is short for Cascading Style
CSS is short for Cascading Style Sheets and is used for controlling the presentation (fonts, colors and layout) of documents written in Markup Languages like HTML, XHTML and XML such as blogs. CSS can be written in a separate document called from the template, written in the template itself or written within this post itself (inline CSS).
For example, the HTML tag for a paragraph is
Well, the text in the above image is a bit small. To make it clearer, I will redo the graphic below so the text is larger and clearer:
For example, the HTML tag for a paragraph is
. Now suppose we want the paragraph below to stand out from the rest of this post by adding background color, we can do that by using inline CSS.
The hexadecimal color code for the background color of this paragraph is #FFD4FF. I obtained this hexadecimal color code by using a free tool ColorPic. I set the color of this paragraph to have a different background color by surrounding the text I am now typing with the a pair of HTML tag for paragraph
and
. To make this clearer, I will display what I am now typing by making this into a graphic and upload it as an image below for you to study:Well, the text in the above image is a bit small. To make it clearer, I will redo the graphic below so the text is larger and clearer:
make images clickable
Sometimes I get funny requests, but more than a few times I have been asked this question - how to make images clickable. This is something I don't like to do, to use Blogger's post editor COMPOSE mode as I prefer to work in the post editor EDIT HTML mode for very good reasons and hope all you bloggers who are not familiar with that to start learning. It is not difficult and if you read the posts in my blogs, eventually you can pick up sufficient HTML to do lots of things.
Back to the subject. After uploading the image while in the COMPOSE, grab (left-click) the photo with your mouse, hold it down and drag it around the post editor window. Then publish your post and test clicking on the image to see if it enlarge. Try it and please do let me know your results.
Back to the subject. After uploading the image while in the COMPOSE, grab (left-click) the photo with your mouse, hold it down and drag it around the post editor window. Then publish your post and test clicking on the image to see if it enlarge. Try it and please do let me know your results.
Why switch to WordPress.com?
The list of features in which WordPress.com outshines Blogger is quite long. They are summarized in this table: WordPress vs. BlogSpot. There are even more plus points for WordPress.com:
Quite a few Blogger widgets added after 2006 depend on JavaScript. They won’t show up in many types of mobile device or browsers in which JavaScript is disabled. Google services rely heavily on client-side scripts which add significantly to download times. Outside towns and cities in America, Europe, and wealthy countries in South East Asia, broadband penetration has been minimal. Elsewhere, it’s confined to major cities. A 2007 article in PC World magazine noted that Rural America is doomed to Dial-Up. It looks like Google Inc. only cares about catering to city slickers in prosperous nations.
Since before Blogger-in-Beta was launched Google has ignored some quite basic features requested by users in the “Features and Suggestions Wish List”. No static pages, no post excerpts and no ‘import’ feature, except from another BlogSpot blog. But the development team have spent a lot of time on script-dependent widgets and gadgets for the sidebar. Someone should remind them that content is king, not gimmicks. Widgets are nice, but it it looks like they’ve got their priorities wrong.
http://help.blogger.com/?page=wishlist
Photo bloggers get a better deal with WordPress.com. In posts, you can add a photo gallery with a single tag, and a Photoblogger Theme was added in April 2008. The Blogger alternative is to add a Slideshow widget to display thumbnails from Picasa Web Albums, which are unusable without JavaScript in any case.
Disadvantages:
I got fed up with a constant stream of spam comments for deletion in my WordPress dashboard. Especially as there were very few genuine comments for moderation. It’s true that if you ignore the Akismet spam queue they’ll be deleted automatically after a while, but it’s difficult to ignore them as a few might have been falsely tagged as spam.
Blogger makes it easy to change fonts and colors in themes. At WordPress.com you have to pay for an upgrade before you can do that.
It has been said elsewhere, but the dashboard Blog Stats really don’t compare to the free tracker scripts available from SiteMeter and StatCounter. The graph looks nice, but it’s done with Flash® so you can’t right-click to save it. The SiteMeter PNG-format bar chart looks great and includes a table of visits and page views for each day of the month. WordPress doesn’t identify the search engines which sent visitors and Search Engine Terms are cropped at 40 characters. I understand that unrestricted third-party scripts could be a security risk, but it should be possible to allow users to enter account parameters and generate safe code on the server. The StatCounter team would love to cooperate. They wrote about it on their blog:
For security reasons wordpress don’t allow you to install javascript code on blogs hosted by them i.e. wordpress.com blogs. We’re sure though that, if enough of you request the full StatCounter code on your wordpress.com blogs, then Matt & Co would be happy to oblige! We would certainly be happy to work with wordpress on this.
Quite a few Blogger widgets added after 2006 depend on JavaScript. They won’t show up in many types of mobile device or browsers in which JavaScript is disabled. Google services rely heavily on client-side scripts which add significantly to download times. Outside towns and cities in America, Europe, and wealthy countries in South East Asia, broadband penetration has been minimal. Elsewhere, it’s confined to major cities. A 2007 article in PC World magazine noted that Rural America is doomed to Dial-Up. It looks like Google Inc. only cares about catering to city slickers in prosperous nations.
Since before Blogger-in-Beta was launched Google has ignored some quite basic features requested by users in the “Features and Suggestions Wish List”. No static pages, no post excerpts and no ‘import’ feature, except from another BlogSpot blog. But the development team have spent a lot of time on script-dependent widgets and gadgets for the sidebar. Someone should remind them that content is king, not gimmicks. Widgets are nice, but it it looks like they’ve got their priorities wrong.
http://help.blogger.com/?page=wishlist
Photo bloggers get a better deal with WordPress.com. In posts, you can add a photo gallery with a single tag, and a Photoblogger Theme was added in April 2008. The Blogger alternative is to add a Slideshow widget to display thumbnails from Picasa Web Albums, which are unusable without JavaScript in any case.
Disadvantages:
I got fed up with a constant stream of spam comments for deletion in my WordPress dashboard. Especially as there were very few genuine comments for moderation. It’s true that if you ignore the Akismet spam queue they’ll be deleted automatically after a while, but it’s difficult to ignore them as a few might have been falsely tagged as spam.
Blogger makes it easy to change fonts and colors in themes. At WordPress.com you have to pay for an upgrade before you can do that.
It has been said elsewhere, but the dashboard Blog Stats really don’t compare to the free tracker scripts available from SiteMeter and StatCounter. The graph looks nice, but it’s done with Flash® so you can’t right-click to save it. The SiteMeter PNG-format bar chart looks great and includes a table of visits and page views for each day of the month. WordPress doesn’t identify the search engines which sent visitors and Search Engine Terms are cropped at 40 characters. I understand that unrestricted third-party scripts could be a security risk, but it should be possible to allow users to enter account parameters and generate safe code on the server. The StatCounter team would love to cooperate. They wrote about it on their blog:
For security reasons wordpress don’t allow you to install javascript code on blogs hosted by them i.e. wordpress.com blogs. We’re sure though that, if enough of you request the full StatCounter code on your wordpress.com blogs, then Matt & Co would be happy to oblige! We would certainly be happy to work with wordpress on this.
Langganan:
Postingan (Atom)